Archive for the ‘Catatan Gelisah’ Category

h1

Kegamangan Terhadap Agama, Benarkah?

March 28, 2009

Tak dapat dipungkiri bahwa pemikiran tokoh-tokoh sosial kritis memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pemikiran sebagian besar aktivis mahasiswa. Di satu sisi pemikiran mereka membuka cakrawala terhadap penindasan terselubung dan profesional yang terjadi dalam kehidupan keseharian kita; tetapi di sisi lain acapkali ditemukan justru menimbulkan kegamangan keyakinan teologis. Kegamangan tersebut diperkuat dengan fakta-fakta sosial bagaimana agama menjadi komoditas politik kekuasaan; korban eksploitasi ekonomi dan korban bencana diobati dengan bersabar dan terminologi tentang ujian keimanan; dan bagaimana praktik-praktik konflik sosial hadir justru atasnama menegakkan kebenaran agama. Dalam konteks sosiologis ini, benar yang disampaikan Marx bahwa agama itu candu. Candu yang melenakan dan membungkan masyarakat untuk memperjuangkan hak-haknya.

Read the rest of this entry ?

h1

Membangun Taman Baca IMM Sukoharjo

March 8, 2009

Alhamdulillah Taman Baca hampir terealisasi.. untuk Gerakan Mahasiswa di tingkat Kabupaten, membangun Taman Baca memang cukup berat akan tetapi bukan berarti tidak mungkin.. beberapa lembaga membantu termasuk Lazis PP Muhammadiyah (thanks) dan penerbit seperti PIRAC dan Resist (masih nunggu bukunya datang)..

Beberapa teman alumni PPMI Assalaam Solo juga Insya Allah bantu.. coz sebelumnya saya terbuka untuk berbagi proposal TBM. Mudah-mudahan banyak TBM-TBM lain yang bisa didirikan, utamanya di daerah yang kurang akses bahan bacaan dan kegiatan pemberdayaan..

Read the rest of this entry ?

h1

Pengalaman tentang Kejujuran

February 5, 2009

Aku tahu bagaimana rasanya takut ketika menulis Trotoar..

Akan tetapi aku baru mengalami bagaimana rasanya sakit yang begitu mendalam karena bersikap jujur..

Dan yang lebih menakutkan, hidup ditengah realitas dimana kejujuran dalam memegang prinsip menjadi sesuatu yang tak lagi dikedepankan..

h1

Filantropi Politik

January 17, 2009

Filantropi atau kedermawanan sosial merupakan wacana yang berkembang pesat di Indonesia. Mulai dari pemanfaatan ibadah agama sebagai filantropi, juga Corporate Social Responsibility sebagai filantropi perusahaan hingga menjelang pesta demokrasi pemilu 2009 juga memanfaatkan filantropi untuk meraup suara.

Filantropi ramai di bicarakan di Indonesia, karena di negara ini kemiskinan merupakan bagian dari keseharian sebagian besar rakyatnya. Semua pihak kemudian menggunakan istilah kedermawanan untuk menyembunyikan niatan yang sebenarnya. Meskipun saya tetap berkeyakinan masih banyak yang benar-benar memberikan dengan tangan kanannya tanpa harus diketahui tangan kirinya. Akan tetapi, selain kaya dengan korupsi, bangsa kita juga kaya dengan orang-orang yang narsis. Yang ingin diketahui amal baiknya oleh orang lain, ingin diketahui bahwa dirinya peduli terhadap penderitaan orang lain.

Read the rest of this entry ?

h1

Labelisasi Slank dan Gugatan DPR

April 8, 2008

SlankSiapa sih ya tidak mengikuti berita seputar rencana Badan Kehormatan (BK)DPR untuk menggugat Slank? Hal ini disampikan oleh Gayus Lumbuun, Sekjen BK. Berita ini menarik untuk di ulas karena lirik lagu “Bento”-nya Iwan Fals mungkinkah akan berakhir sama seperti Gossip Jalanan-nya Slank? Bila Slank tetap konsen di jalur ini, kita akan melihat legenda kritik sosial baru pasca Iwan. Dan entah sejak kapan di negeri ini ada hukum bahwa kritik sosial hanya boleh dilakukan aktivis sosial. Mungkin logika bahwa yang berbau “modal kapital” pasti menginginkan negara tunduk padanya, dan itu artinya saling menguntungkan. Ada legitimasi, ada uang.

Selanjutnya…

h1

Petani dan Propaganda Wapres

April 7, 2008

Saya berlangganan RSS Feed dari Kompas dan ANTARA. Berita bertubi-tubi, seperti biasa, berdatangan. Secara garis besar, ada dua berita utama hari ini, terkait dengan Wapres dan PKB. Masalah PKB, ya monggo jenengan baca saja dan komentari sendiri berdasar berita yang ada; mungkin, nasibnya akan ditentukan usai tahajud malam ini (kompas,7/4). Saya lebih tertarik untuk membahas Wapres kita yang “isunya” merangkap Menko Perekonomian. Tapi Kalla sendiri menampik itu, tidak mungkin dirinya mengisi jabatan rangkap Menko Perekonomian. Kalupun kosong, dan memang “pasti akan” kosong kan?,maka Presiden SBY dan Wapres Kalla yang akan menjalankannya (Antara, 7/4). Ah.. sama saja, bahasa propaganda politik halus yang malu-malu tapi bernafsu epertinya telah ditunjukkan oleh wapres kita.

Selanjutnya…

h1

Dilema Perempuan: Propaganda Citra dan Politik Kita

April 1, 2008

Sore tadi saya dengar di radio iklan layanan masyarakat yang “mengompori” peningkatan prosentase jumlah perempuan di dewan. “Masa jumlah perempuan hanya 11%? bagaimana nasib perempuan akan diperhatikan?”, kalimat yang masih saya ingat, yang menjadi alasan untuk menulis tulisan ini.

Bagi saya pribadi, apakah ada pengaruhnya jumlah perempuan di dewan dengan peningkatan perhatian negara pada perempuan? Benarkah? Saya membayangkan, itu artinya bila jumlah perempuan di dewan menjadi mayoritas, maka laki-laki tidak akan diperhatikan? Saya pikir iklan layanan masyarakat (LM) tersebut terjebak pada tataran simbolis. Bahwa yang namanya perempuan, akan memperhatikan perempuan. Dan laki-laki hanya menguntungkan laki-laki. Hal ini berangkat dari keumuman mainstrem yang berlaku di masyarakat. Keumuman pandangan, bahwa emansipasi perempuan dan pergerakan perempuan harus di perjuangkan oleh perempuan. Dan ini, sepenuhnya kurang tepat.
Selanjutnya…